Timnas Indonesia Kalah dari Malaysia

Permainan babak pertama tim Indonesia di Piala AFF, Malaysia, bermain baik pada 30 menit babak pertama. Dua kali peluang didapatkan oleh Indonesia yaitu oleh Gonzales yang gagal menahan umpan dari lini tengah dan Bustomi yang menggunakan taktik one-two bersama Gonzales yang melenceng tipis dari penjaga gawang Malaysia.

Gangguan juga terjadi di babak pertama oleh tindakan yang tidak ‘gentle’ oleh suporter Malaysia. Kiper Markus Horizon dan Firman Utina menjadi korban laser yang berbahaya untuk mata. Markus sempat menghampiri wasit untuk menyampaikan gangguan tersebut. Namun pertandingan tetap berlanjut. Firman yang tengah mengambil tendangan pojok juga terkena sinar laser namun diabaikan.

Untuk kedua kalinya Markus menyampaikan gangguan tersebut dan akhirnya wasit sempat menghentikan pertandingan hingga 5 menit. Pertandingan berjalan setelah mendapat jaminan tidak ada gangguan laser dari pihak Malaysia. Akhirnya berjalan dengan tanpa ada gangguan laser (sempat diselingi dengan gangguan mercon).

Namun secara keseluruhan pemain Indonesia bermain kurang maksimal. Setelah gawang kebobolan satu gol, mental tim Indonesia turun. Permainan menjadi tidak teratur.  Gol yang diciptakan Malaysia akibat kelemahan tim belakang Indonesia. Gol pertama Malaysia akibat penjagaan Maman yang gagal menutup pemain no 9 Malaysia. Gol ke-2 juga akibatnya lemahnya lini belakang Indonesia, yang gagal menghalau bola dalam kotak pinalti, yang akhirnya dapat diselesaikan dengan tendangan yang keras dari luar kotak pinalti, yang tidak dapat ditepis kiper. Dan terakhir striker gempal Malaysia yang tidak dijaga sama sekali mengalir deras dan hanya ditatapi oleh penjaga gawang Indonesia.

Dengan kondisi ini Indonesia harus menang 4-0 untuk memenangkan Piala AFF 2010 ini. Menurut pelatih Indonesia Alfred Riedl untuk menciptakan 3 gol dalam 90 menit masih dapat dilakukan, untuk 4-0 sedikit sulit.

Semoga tim Indonesia bangkit dan meraih Piala AFF 2010 yang telah bermain bagus di kandang, yang hingga kini Indonesia belum pernah memenangkan Piala AFF.

Semoga tidak ada kunjungan yang tidak penting yang dapat mengganggu tim nasional kita. Dan kita mendapatkan pengurus yang lebih profesional dalam mengurus Liga Indonesia (terbukti dengan penjualan tiket AFF yang kacau balau, banyak birokrasi dan tidak efektif, kalau tidak pake embel-embel konspirasi pasti lancar).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s