Warteg Tidak Murah Lagi

Bagi  pekerja,baik buruh atau kantoran, paling enak makan siang di Warung yang berasal dari Tegal. Kini makan di warung tegal akan dikenakan pajak. Jadi untuk minuman gratisan seperti teh tawar harus bayar. Harga yang terbilang murah kini harus dinaikan untuk menutupi pajak yang akan ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Pemerintah melihat potensi pajak dari warung tegal yang memiliki omset Rp. 600 juta untuk setahun atau 500 ribu sebulan. Melihat potensi tersebut pemerintah melihat adanya lahan basah yang baru yang dapat dimasukkan dalam pendapatan daerah lokal.

Kini siap-siap untuk membawa rantang dari rumah untuk mengurangi pengeluaran yang cukup tinggi untuk konsumsi makanan sehari-hari.

Dan semoga pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pekerja warung tegal. Sekarang aja cari kerja aja cukup sulit, ditambah lagi dengan rencana pajak untuk warteg. Apa kata dunia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s