Steve Jobs Serang Android dan BlackBerry

Sikap agresif Steve Jobs kembali dipertunjukkan ke publik untuk menyerang lawan-lawan bisnisnya. Setelah perseteruan dengan Adobe soal Flash, kali ini CEO Apple giliran menyerang Android dan BlackBerry, dua platform smartphone pesaing ketat iPhone OS (iOS).

Kemunculan Steve Jobs, Senin (18/10/2010), di tengah konferensi pers pencapaian Apple di kuartal terakhir memang tidak biasa. Sebelumnya, Jobs tidak pernah hadir dalam acara laporan finansial rutin semacam itu. Rupanya, Jobs memanfaatkan momen keberhasilan Apple meraih pendapatan 20 miliar dollar AS dalam satu kuartal sebagai bahan serangan.

Steve Jobs mengatakan, Apple berhasil menjual 14,1 juta iPhone dalam tiga bulan terakhir atau naik 91 persen daripada periode yang sama tahun lalu dan jauh di atas pertumbuhan smartphone dunia yang diperkirakan IDC sekitar 64 persen. Sementara Research In Motion (RIM), dalam periode yang sama berhasil menjual 12,1 juta unit BlackBerry.

“Sekarang kami telah melampaui RIM. Dan saya tidak melihat mereka dapat menyusul kami di masa depan,” ujar Steve Jobs didampingi CFO Apple Peter Openheimer. Menurutnya, RIM tertatih-tatih dan harus susah payah untuk menjadi perusahaan platform software untuk mengajak pengembang bekerja sama mengingat iOS saat ini sudah didukung 300.000 aplikasi, sedangkan BlackBerry baru ribuan.

Jobs juga membandingkan iPhone dengan Android. Mengutip CEO Google Eric Schmidt, Jobs mengatakan, Android terjual 200.000 unit setiap hari dan telah didukung 90.000 aplikasi. Sementara Apple menjual 275.000 iOS (iPhone, iPad, dan iPod Touch) setiap hari dan didukung 300.000 aplikasi.

“Gartner melaporkan bahwa 10 juta ponsel Android dikapalkan di kuartal Juni, dan kita lihat saja siapa yang menang, iPhone atau Android di kuartal ini,” ujar Jobs.

Dalam kesempatan tersebut, Steve Jobs juga membandingkan paradigma platform terbuka dan tertutup yang dijadikan senjata bagai pendukung Android untuk menyerang iPhone. Jobs mengatakan, Android sebagai platform yang terpecah-pecah dan membingungkan para pengembang ataupun konsumen karena setiap vendor bebas mengembangkan model bisnisnya sendiri. Berbeda dengan iOS yang terintegrasi dan memudahkan bagi pengembang ataupun konsumen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s