Kasus Paskibra Bugil

Akhirnya terungkap motif pelecehan seks yang dialami oleh anggota Paskibraka beberapa waktu lalu, pelaku pelecehan terhadap 14 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 2010 DKI putri ternyata dua anggota Paskibra putri senior berinisal A dan E. Diduga keduanya memiliki orientasi seksual yang menyimpang (lesbian).

Hal itu diketahui dari hasil investigasi sementara Purna-Paskibraka Indonesia (PPI) yang diterima Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto hari Jumat (20/8).  Menurut Prijanto, memerintahkan 14 anggota Paskibra putri yunior lari telanjang bukanlah tindakan wajar, meskipun pelakunya juga putri. “Saya telah menerima laporan tentang kronologi kejadiannya.  Apa yang dilaporkan para orangtua anggota Paskibra memang benar terjadi. Saya kira pelakunya memiliki perilaku yang menyimpang,” katanya.

Prijanto mengatakan, kedua oknum anggota Paskibra senior itu kemungkinan berperilaku menyimpang karena terpengaruh pergaulan. Dia pun menginstruksikan kepada tim investigasi PPI untuk mendalami latar belakang kedua oknum anggota Paskibra senior yang berinisial A dan E tersebut.

“Harus diteliti latar belakangnya. Meski pelakunya juga perempuan, yang mereka lakukan itu telah melanggar norma dan prosedur,” ujarnya. Prijanto mengimbau agar para orangtua korban pelecehan melapor ke Polda Metro Jaya. “Ini harus diproses secara hukum,” katanya.

Prijanto juga meminta PPI DKI lebih selektif memilih instruktur yang melatih calon anggota Paskibra. Dia belum bisa memastikan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada kedua oknum Paskibra senior tersebut.  Disorda DKI terkesan menutup-nutupi kasus tersebut dan tidak membawanya ke ranah hukum. Penyelesaiannya diserahkan kepada internal PPI DKI dengan membentuk tim investigasi.

Ketua Bidang Kepemudaan Disorda DKI, Firmansyah, ketika dimintai konfimasi oleh wartawan enggan membeberkan laporan hasil investigasi. “Saya belum menerima laporannya,” katanya.  Dugaan pelecehan yang dialami 14 anggota Paskibra DKI itu terungkap setelah orangtua mereka melapor ke Disorda DKI bahwa para anggota Paskibra tersebut diharuskan berlari dari kamar mandi menuju barak perkemahan tanpa mengenakan busana. Jarak kamar mandi dengan barak itu sekitar 10 meter.

Peristiwa ini terjadi ketika mereka mengikuti bimbingan mental dan fisik yang berlangsung di kompleks Pendidikan Pramuka Nasional di Cibubur, 2-6 Juli lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s