Kopi Luwak Arabika Seharga 9 Juta

Harga kopi luwak robusta mencapai Rp 750.000 hingga Rp 1 juta per kilogram, sedangkan kopi luwak jenis arabika di pasaran bisa mencapai Rp 3 juta/kg. “Di Jerman, harga kopi luwak arabika bisa mencapai Rp 9 juta/kg,

Desmon yang  Ketua Kompartemen Promosi AEKI Lampung lebih lanjut menjelaskan, pihaknya sempat mempromosikan kopi luwak robusta di Singapura, tetapi konsumen di sana belum berminat. Konsumen di luar negeri, lanjut Desmon, lebih memilih kopi luwak arabika karena kekhasan cita rasanya. “Pedagang dari Medan dan Jawa Barat memasarkan kopi luwak arabika ke Jepang meski dalam jumlah yang tidak banyak,” katanya.

Areal kopi robusta di Lampung seluas 163.000 ha dan petani yang terlibat dalam budidaya kopi sebanyak 200.000 kepala keluarga.

Luas areal kopi di segitiga emas kopi Indonesia (Lampung, Sumsel, dan Bengkulu) seluas 463.000 ha dengan produksi 218.000 ton. Indonesia menduduki peringkat keempat di dunia setelah Brasil, Kolombia, dan Vietnam sebagai negara penghasil kopi.

5 thoughts on “Kopi Luwak Arabika Seharga 9 Juta

  1. Saya proses kopi luwak arabica dlm kebun sendiri dan kelompok seluas 35 ha yg dimakan musang liar, lokasi 1300 m dpl daerah mandailing, apa bisa kerja sama pemasaran,tks

      • Pak Haryo, boleh dong saya disambungkan dengan Pak Damanik. Saya lagi cari suplier kopi luwak nih. Thx ya.

      • Menurut Ida Bagus Arnawa, pemilik Ida’s Glass, bahan dasarnya adalah kaca putih biasa. Untuk piring, digunakan kaca utuh berbentuk persegi yang diletakkan di atas cetakan yang terbuat dari batu cadas, semen, dan gips. Uniknya, ketebalan kaca tidak akan berubah saat dibentuk dengan cetakan di dalam oven.

        Sedangkan untuk bentuk lainnya dapat digunakan kaca yang sudah pecah bahkan hancur, karena pada prosesnya kaca-kaca tersebut akan dilelehkan dalam oven bersuhu tinggi. Dengan tongkat panjang yang berongga di tengahnya, pekerja akan mengambil lelehan kaca tersebut untuk kemudian diputar, ditiup, dan dibentuk sesuai kebutuhan. Jika proses belum selesai namun kaca mulai mengeras, mereka membawanya ke atas oven lagi agar kaca melunak dan dapat dibentuk kembali.

        Tahap selanjutnya, kaca yang sudah dibentuk dimasukkan dalam oven pendingin. Jangan salah, meskipun memakai istilah ‘pendingin’ oven ini masih memiliki suhu sekitar 600°C. Kalau proses pembentukannya hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, namun proses di oven pendingin memakan waktu 24 jam.

        Artikel yang saya dapatkan untuk penjelasan Feli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s