Afsel Diselamatkan oleh Wasit

Pertandingan pembukaan di 2010 dibuka oleh pertandingan antara tuan rumah Afrika Selatan dan Mexico.

Nonton pertandingan antara afsel dan mexico cukup baik permainan yang diperagakan oleh kedua tim. Gol pertama yang dicetak pada Piala Dunia 2010 ini adalah oleh pemain Afrika Selatan yang bernama Siphiwe Tshabalala asal kota Soweto. Passing bola yang diberikan sangat baik dari Kaghiso Dickgacoi dan ditambah dengan kerjasama dari Tshabalala yang telah berlari dari tengah lapangan dan tidak dapat ditutup oleh pemain bertahan Mexico. Dan Goal cantik yang tercipta pada pertandingan ini, bola mengarah pada tiang ujung sebelah kiri penjaga gawang Mexico. Tidak ada yang dapat dilakukan oleh penjaga gawang, Oscar Perez (bukan Julia Perez) selain melihat derasnya bola mengarah ke pojok gawang.

Ball position yang diperagakan kedua tim adalah 60-40 untuk Mexico, yang bermain menekan dari awal pertandingan. Terdapat satu gol yang dianulir oleh wasit karena dianggap offside. Keputusan ini membuat bertanya-tanya. Ada satu pemain yang berada di mistar gawang namun sundulan dari Carlos Vela dianulir. Padahal kalau gol tersebut dianggap sah maka Afsel kemungkinan dapat kalah. Namun keputusan di tangan wasit. Fair Play.

Dengan membuat goal yang cantik tersebut Tshabalala akan menikmati liga Inggris bersama Conventry City musim depan.

Seisi Stadion Soccer City bergemuruh menyambut gol itu. Terompet Vuvuzela berkumandang seolah ingin menegaskan bahwa Afsel sudah menjadi pemenang meski pertandingan masih menyisakan waktu 35 menit lagi. Namun, gol Tshabalala itu tak urung mengubah semangat juang tim asuhan Carlos Alberto Parreira.

Setelah gol Tshabalala itu, Afsel sedikitnya punya dua peluang emas mencetak gol tambahan. Satu dari Teko Modise, satu lagi dari Katlego Mphela. Dua-duanya gagal menjadi gol sehingga nama Tshabalala tetap dikenang sebagai satu-satunya pemain Afsel yang membuat gol di laga perdana ini.

Gol itu adalah gol indah yang mempertontonkan kecepatan lari pemain 25 tahun tersebut. Di sayap kiri, itulah posisi yang biasa digeluti kiri luar Kaizer Chiefs. Karena kelebihannya sebagai gelandang serang, Tshabalala sewaktu-waktu juga bisa bergeser ke tengah. Dengan postur tubuh tak terlalu tinggi, hanya 170 cm, pemain berambut gimbal ini bisa leluasa membawa badannya menyusuri lebarnya lapangan.

Bakat yang dimiliki oleh Tshabalala itu mulai muncul ketika ia belajar sepak bola di Kaizer Chiefs. Namun, karier profesional Tshabalala justru dimulainya di Free State Stars sejak 2004. Hanya butuh dua tahun bagi pemain kelahiran 25 September 1985 itu untuk masuk ke jajaran tim nasional “Bafana Bafana”. Debut internasionalnya terjadi pada 2006 pada laga persahabatan lawan Mesir. Sejak itu, ia selalu masuk skuad untuk turnamen-turnamen besar internasional.

Setelah tiga tahun membela “Ea Lla Koto”, hati Tshabalala terpanggil kembali ke Kaizer. Di sini permainannya semakin menonjol. Kemampuan inilah yang mengantarnya ke luar Afsel untuk mencicipi atmosfer sepak bola di Inggris dengann bergabung ke Coventry City musim depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s