Sosialisasi Jalur Cepat Untuk Sepeda Motor

Sebagai pengguna jalan raya di Ibukota saat ini, merasa sedih atas kelakuan pengemudi kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur transjakarta yang tetap dimasuki oleh kedua jenis kendaraan diatas, hanya kosong jika ada DLLAJ atau Pihak berwajib yang sedang bertugas. Mohon disosialisasikan bahwa jalan raya bukan arena balap Formula One oleh pihak yang berwajib.

Ada kasus yang ingin diceritakan dan mohon tanggapannya :

Minggu 23 Mei 2010, Pengendara mobil sedang menyetir di jalur cepat arah tomang-pasar baru. Ketika berjalan lurus dan menghindari lubang terpaksa membuang sedikit ke kiri. Dan ternyata ada sebuah sepeda motor ( bapak tua yang tampaknya berpendidikan tinggi mengetahui peraturan di jalan raya) dan akhirnya harus membanting setir ke tengah kembali. Pengguna sepeda motor itu klakson berkali-kali dan sambil melewati mobil tersebut meLOTOTi pengemudi mobil tersebut. Merasa tidak terima pengendara mobil tersebut membalas dengan KLAKSON kembali ke motor tersebut. Akhirnya motor tersebut berhenti di tengah jalan dan dengan merasa benar dia (Bapak tua tersebut) memaki-maki ke arah mobil. Pengemudi mobil hanya membalas tatapan dan mencoba mendengar apa yang dibicarakannya ( kondisi kaca tertutup).

Bapak tua tersebut memaki-maki sambil menujuk ke arah lampu depan nya dan mengatakan bahwa lampunya meNYALA. Dan akhirnya dia menunjuk jarinyake arah otak nya bahwa otaknya pintar sekali. Pengendara mobil tersebut hanya diam dan melihat reaksi sepeda motor.

Tidak hanya itu setelah cukup lama berhenti di tengah jalan hingga mengganggu mobil yang berada di JALUR CEPAT yang berada di belakang sepeda motor tersebut akhirnya Bapak tua tersebut menepi dan menunggu pengemudi mobil tersebut menepi. Namun tidak direspon oleh pengendara mobil tersebut.

Ternyata tidak jauh dari lokasi kejadian ada sebuah informasi yang berasal dari pihak yang berwajib yang berisikan¬† ” Pengedara sepeda motor harap menyalakan LAMPU (Bapak itu benar sekali dan pintar) dan menggunakan helm (Bapak tersebut pake lengkapa dari HELM hitam hingga Celana Hitam mungkin dalaman juga hitam) . Pengendara motor harap menggunakan JALUR LAMBAT ( WOW… akhirnya hingga pintarnya Bapak tua itu lupa akan satu hal… Dia berada di JALUR CEPAT ).

Dari kasus diatas intinya jangan menggunakan emosi dalam mengendarai kendaraan bermotor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s