Pertandingan El Classico yang digadang-gadangkan (bahasa Padang ; Indonesia = dibesar-besarkan) oleh seluruh stasiun tv di dunia cuma pertandingan sampah. Dengan materi pemain tingkat pemain dunia dengan skill yang mumpuni memang memainkan taktik dan operan serta skill individu yang tinggi.
Namun pemain kedua tim tersebut memiliki keahlian selain menggiring, mengoper dan menembak bola ke gawang. Tidak kalah dengan pemain film Hollywood yang pandai berakting. Patut di acungkan jempol dari pertandingan El Classico beberapa pertandingan terakhir mereka bertemu. Seperti peran, ada peran antagonis dan protagonis. Antagonis diandaikan seperti pemain yang merebut bola dengan berbagai usaha dan protagonis yang direbut bolanya. Seperti Pepe, Alonso dan Carvalho pemain yang dengan bermain keras, mengambil kaki pemain, menginjak kaki dan tangan pemain (pepe dan messi), menarik baju tidak jauh beda dengan Liga Indonesia. Sedangkan Messi yang menjalani peran protagonis mengandalkan akting Hollywood nya dengan mengulingkan badan dan menunjukan betapa sakitnya tangannya diinjak oleh Pepe (sebenarnya tidak kena, hanya niat Pepe untuk menginjak patut mendapatkan kartu merah).
Inti dari permainan semalam adalah tidak jauh dari permainan Indonesia dengan tingkat skill kelas dunia.